Oleh: opekraharjo | Juni 21, 2008

Buku Sekolah Elektronik ( BSE )

Setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan Mendiknas dan jajaran pemerintah daerah untuk mepercepat implementasi pengadaan buku murah guna mengurangi beban biaya pendidikan yang ditanggung para orang tua, maka kini buku yang dimaksud sudah dapat diakses atau didownload secara gratis oleh umum.

“Implementasi buku murah harus dipercepat sehingga bisa mengurangi komponen pembiayaan orang tua yang menyekolahkan putra-putrinya,” kata Presiden Yudhoyono usai memimpin rapat terbatas bidang pendidikan di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (5/2), demikian kata Presiden pada saat itu.

Dengan adanya Buku Sekolah Elektronik ( BSE ) ini dirasa menguntungkan para murid ( orang tua murid ) karena nantinya kalau buku-buku tersebut digandakan dan  diperdagangkan sesuai aturan ,maka diperkirakan harganya tidak lebih dari 30 %  harga buku sebelumnya.

Bagi Anda yang berminat membaca online atau download Buku Sekolah Elektronik ( BSE ) yang dimaksud klik saja link berikut :

Download buku SD

Download buku SMP

Download buku SMA

Download buku SMK

Oleh: opekraharjo | Mei 14, 2008

Daftar Buku SMP dan SMA Yang Lolos Seleksi

Departemen Pendidikan nasional telahmenetapkan buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Mendiknas Nomor 22 Tahun 2007.

Untuk download daftar buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan, klik link dibawah ini

download daftar buku

Oleh: opekraharjo | Mei 12, 2008

MENDIKNAS DIMINTA PERCEPAT PENGADAAN BUKU MURAH

Jakarta, 6/2/2008 (Kominfo-Newsroom) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan Mendiknas dan jajaran pemerintah daerah untuk mepercepat implementasi pengadaan buku murah guna mengurangi beban biaya pendidikan yang ditanggung para orang tua.
“Implementasi buku murah harus dipercepat sehingga bisa mengurangi komponen pembiayaan orang tua yang menyekolahkan putra-putrinya,” kata Presiden Yudhoyono usai memimpin rapat terbatas bidang pendidikan di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (5/2).

Salah satu persoalan pendidikan yang dihadapi saat ini adalah ketersediaan buku atau bahan-bahan ajaran baik dari segi jumlah maupun harga. Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan membeli copyright (hak kopi) dan memproduksi buku itu sehingga memudahkan para murid mendapatkan harga buku murah.

Sejak tahun 2005 disamping beasiswa, pemerintah telah memberikan beberapa bantuan dianataranya BOS, BKM (Bantuan khusus Murid) dan BOS buku senilai Rp11,5 triliun. Bantuan ini membebaskan pungutan buku sekitar 70,3 persen siswa SD dan SMP.

“Program ini akan dilanjutkan agar akses pendidikan dapat dibuka lebih lebar dan orang tua golongan ekonomi lemah tidak memiliki hambatan untuk menyekolahkan anaknya,” ujarnya.

Pada rapat itu, hadir juga Wapres Jusuf Kalla, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menkes Siti Fadilah Supari, Menristek Kusmayanto Kadiman, mendagri Mardiyanto, Seskab Sudi Silalahi dan para gubernur di Indonesia.

Dalam hal peningkatan mutu dan kualitas pendidikan Indonesia, kepala negara berpendapat bahwa hal itu sesuatu yang tidak bisa dikompromikan. Bangsa Indonesia tidak boleh lunak dan permisif terhadap mutu pendidikan jika ingin bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain.

Pemerintah, menurut presiden, juga berupaya keras mempertahankan kualitas dosen dan guru melalui peningkatkan gaji dan pemberian tunjungan fungsional, profesi dan tunjangan khusus.

“Dengan cara itu kita berharap bahwa mereka semua memiliki kompetensi atau kemampuan yang baik, mengerti hak dan kewajiaban tentunya mendapatkan kesejahteraan cukup,” katanya.

Dalam hal peningkatan mutu pendidikan, pemerintah bersama-sama lembaga pendidikan dan dunia usaha akan membangun kerjasama untuk mengurangi angka pengangguran akibat kurangnya sinkorinasi lembaga pendidikan terhadap pekerjaan yang diperluka dunia industri atau sector jasa.

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan penguasaan Information Communication and Technologi (ICT) terhadap peserta didik. “Sebagai contoh telah kita gelar jaringan ICT di 10 ribu di seluruh 471 dinas kota/kabupaten , termasuk 36 unit pendidikan jarak jauh.”

Harapannya adalah agar pendidikan “lebih cepat, merata dan menjangkau kemampuan kita untuk memberikan pendidikan di seluruh tanah air,” kata presiden sambil menambahkan bahwa sejak tahun 2005-2007 pemerintah telah melakukan pembangunan dan rehabilitasi 5.419 unit sekolah, 4.428 perpustakaan dan 8.581 laboratorium dengan biaya Rp7,147 triliun. (T.Ys/id/a)

Sumber : http://www.sekneg.ri.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=6835&Itemid=695

Reporter : Yennizar Lubis
<!–

Gambar puluhan siswa yang tengah mencatat kunci jawaban ini terekam kamera Tim Investigasi Komunitas Air Mata Guru di sebuah kantin yang ada di depan sekolah tersebut, beberapa jam sebelum pelaksanaan UN.

Berdasarkan gambar yang tertangkap kamera, para siswa mencacat kunci jawaban pada sehelai kertas kecil untuk dibawa ke dalam ruangan ujian.

Salah seorang anggota tim investigasi Ida Manurung, mengatakan kecurigaan muncul ketika ia melihat banyaknya siswa yang berkumpul di sebuah kantin sebelum pelaksanaan UN. “Ternyata siswa-siswa membagikan kunci jawaban,” katanya, Kamis (8/5).

Menurut rencana rekaman kecurangan ujian ini akan dilaporkan ke Dinas Pendidikan setempat. Komunitas Air Mata Guru juga mendesak agar pemerintah meninjau ulang pelaksanaan UN sebagai standar kelulusan.

Berdasarkan hasil investigasi Komunitas Air Mata Guru sedikitnya terdapat 15 kecurangan pada pelaksanaan UN tingkat SMP di berbagai daerah di Sumut. Modus operandi yang paling banyak dilakukan yakni menyebarkan kunci jawaban sebelum pelaksanaan ujian.(YN/OL-01)

Sumber : http://www.media-indonesia.com/berita.asp?Id=169055#

Oleh: opekraharjo | Mei 7, 2008

NYANYIAN SUNYI DI BELANTARA PAPUA

Seorang guru yang pernah kelaparan nyaris dipanah oleh orangtua muridnya. Di tempat lain, seorang dokter melakukan operasi bedah dengan menggunakan silet, gergaji, palu, dan obeng!

Anda boleh percaya, boleh tidak. Ini bukanlah sebuah cerita fiksi, tapi kisah nyata dari pegawai negeri sipil yang bertugas di belantara pedalaman Papua. Mereka adalah seorang guru bernama Frederick Sitaung dan seorang dokter bernama John Manangsang.

Untuk menuju tempat Frederick mengajar di Kampung Poepe, Distrik Okaba, Merauke, reporter Kick Andy harus melewati perjalanan yang panjang. Ia harus naik motor selama 7 jam, menyebrangi dua sungai, kembali naik motor selama 3 jam dan kemudian mendayung di rawa-rawa. Setelah itu barulah ia sampai ke sebuah sekolah, yang sungguh jauh dari sempurna. Bangunan kayu yang sudah rusak dengan atap seng yang sudah bolong di sana-sini.

Tak heran, jika Guru Frederick yang merangkap kepala sekolah ini harus menghabiskan waktu banyak untuk mengambil gajinya di Distrik Okaba. ”Kalau tidak naik motor, saya harus menginap di hutan saat mengambil gaji,” kata pria asal Toraja ini.

Perjuangan Frederick sebagai Guru tak hanya sebatas urusan pengambilan gaji saja. Kondisi budaya masyarakat dan lingkungan seringkali menimbulkan masalah-masalah bagi keberadaannya sebagai guru. Misalnya, ketika ia memberi peringatan pada siswanya yang melakukan kenakanan remaja. ”Plek! Saya memukul pipi anak itu sebagai peringatan. Tapi ada yang melaporkan ke orang tuanya sehingga saya nyaris dipanah.”

Di kesempatan lain, Frederick mengaku pernah hampir kelaparan dengan sejumlah muridnya, karena semua orang tua di Kampung Poepe, pergi ke hutan selama satu bulan untuk membuat sagu, sebagai persiapan natal. ”Anak-anak yang tidak ikut ke hutan, dititipkan bersama saya. Karena persiapan makanan habis, selama sembilan hari kami hanya makan daun ubi,” ujarnya.

Meski demikian berat perjuangannya sebagai guru, Frederick yang sudah 15 tahun ditugaskan di Kampung Poepe, tak pernah ingin pindah dari Papua. ”Bagi saya ini tanggung jawab dan Papua sudah menjadi bagian dari hidup saya,” tegasnya.

Selain menjadi guru, Frederick pun didaulat masyarakat untuk menjadi pendeta, karena pendeta yang ditugaskan di sana, tak pernah kembali.

Kisah lainya yang Kick Andy angkat dalam episode ini adalah tentang Dokter John Manangsang yang pernah menjalakan tugas selama dua tahun di Puskesmas Tanah Merah, Boven Digul, Merauke, Papua. Tempat terpencil yang dulu menjadi tempat pembuangan para aktivis kemerdekaan di jaman penjajahan Belanda.

Minimnya prasarana, tidak menyurutkan semangat Dokter John untuk memberi bantuan kesehatan pada masyarakat di sana. Walaupun kemudian, banyak operasi bedah yang ia lakukan, hanya dengan peralatan seadanya, atau boleh dibilang sedikit ”nekat”.

Bayangkan, ia melakukan operasi bedah sesar dengan sebuah silet. Di lain waktu ia mengoperasi kaki seorang Bapak yang mengalami masalah sendi dengan mengundang alat-alat seorang tukang di meja operasi.”Karena alatnya tak ada, saya suruh suster meminjam hammer, gergaji dan palu, kemudian, karena ada bagian tulang yang kecil, saya memintanya untuk mencari obeng juga,” kata John.

Karena minimnya prasarana juga, operasi-operasi yang dilakukan John memiliki keunikan tersendiri. Misalnya, seorang suster harus mengipasi kepala bagian atas pasien, agar kebutuhan oksigen pasien bisa terpenuhi. Agar ia bisa mengetahui kondisi jantung pasien, maka seorang mantri harus membantunya menyuarakan suara detak jantung pasien. ”Suaranya harus sesuai dengan kecepatan detak jantung plup dug.. plup dug.. plup dug.. begitulah, suasana di ruang operasi memang jadi rame.”

Ketika ditanya soal jaminan keselamat pasien dengan operasi-operasi itu, John mengatakan bahwa ia selalu memberi pilihan pada pasien dan keluarganya. “Saya bilang mau milih meninggal karena penyakit atau di operasi? Maka jawaban mereka adalah ingin sembuh.”

Dokter John telah menuliskan semua kisah pengabdiannya tahun 1990-1991 ini dalam satu buku berjudul ”Papua, Sebuah Fakta dan Tragedi Anak Bangsa”. Sebuah buku yang mampu menggetarkan hati, tentang tanggung jawab dan idealisme seorang dokter dalam membantu sesama.

Sumber : http://www.kickandy.com/topik.asp?id=119

Oleh: opekraharjo | Mei 7, 2008

Dr M Yahya Waloni Menemukan Kebenaran dalam Islam

Sebagai pakar teologi, Pendeta Yahya Yopie Waloni sangat mengetahui teori-teori yang ada dalam agama Islam. Meskipun masih beragama Kristen, Yahya memandang teori apa pun yang ada di Islam sangat benar. Islam pun, mampu menceritakan peradaban dunia dari yang lalu sampai sekarang. Bahkan, agama Kristen diceritakan pula dalam Islam.

Namun, menurut pria kelahiran Manado tahun 1970 ini, yang paling membuatnya tunduk patuh hingga memutuskan untuk masuk Islam pada Oktober 2006 adalah Islam menunjuk satu individu yang sangat tepat untuk menyebarkan ajarannya. ”Ada satu individu yang membuat saya tunduk dan patuh, dia buta huruf tapi bisa menyusun Alquran secara sistematis,” ujar pria yang mengganti namanya menjadi M Yahya Waloni setelah memeluk agama Islam itu kepada Republika.

Menurut suami dari Lusiana (33) yang mengganti namanya menjadi Mutmainnah setelah memeluk Islam itu, dirinya masuk agama islam karena dari sistematika teori Islam sudah benar. Sebagai akamdemisi, kata dia, dirinya pun berpikir orang yang sudah memili teori benar saja bisa salah apalagi yang tidak memiliki teori yang benar. ”Orang Islam yang sudah memiliki teori yang benar saja bisa salah apalagi yang tidak memiliki teori benar. Jadi, saya mengakui Islam secara teori dan spiritual,” ujar Yahya.

Ketertarikan Yahya untuk masuk Islam, kata dia, sebenarnya sudah ada sejak kecil, saat berumur sekitar 14 tahun. Pada usia itu, dirinya sudah ke masjd karena tertarik melihat banyak orang islam menggunakan pakaian seperti yang digambarkan di agamanya yaitu baju ikhram. Selain itu, dirinya pun sangat tertarik dengan gendang yang suka dimainkan di masjid-masjid.

”Saya hanya berani ke masjid satu kali saja karena ketahuan dan dipukul sampai babak belur oleh bapak saya. Kalau nekad ke masjid lagi, saya takut bapak saya yang seorang tentara akan menggantung saya,” ujar pria yang memiliki hobi bermain gendang ini.

Namun, sambung pria yang pernah menjabat Ketua Sekolah Tinggi Theologia Calvinis di Sorong tahun 2000-2004 ini, dari sekian kejadian yang mendorongnya untuk memeluk Islam adalah pengalaman spiritual yang dialaminya. “Suatu hari, saya bertemu dengan seorang penjual ikan, di rumah lama kompleks Tanah Abang, Kelurahan Panasakan, Tolitoli,” ia memulai kisahnya.

Pertemuannya dengan si penjual ikan berlangsung tiga kali berturut-turut dengan waktu pertemuan yang sama yaitu pukul 09.45 Wita. ”Kepada saya, si penjual ikan itu mengaku namanya Sappo (dalam bahasa Bugis artinya sepupu). Dia juga panggil saya Sappo. Dia baik sekali dengan saya,” ujar bapak dari Silvana (8 tahun, kini bernama Nur Hidayah), Sarah (7 tahun, menjadi Siti Sarah), dan Zakaria (4 tahun) ini.

Setiap kali ketemu dengan si penjual ikan itu, kata Yahya, dirinya berdialog panjang soal Islam. Anehnya, kata dia, si penjual ikan yang mengaku tidak lulus sekolah dasar (SD) itu sangat mahir dalam menceritakan soal Islam. Ia makin tertarik pada Islam.

Namun, sejak saat itu, ia tidak pernah lagi bertemu dengan penjual ikan itu. Si penjual ikan mengaku dari dusun Doyan, desa Sandana, salah satu desa di sebelah utara kota Tolitoli). “Saat saya datangi kampungnya, tidak ada satupun warganya yang menjual ikan dengan bersepeda,” tambahnya.

Sejak pertemuannya dengan si penjual ikan itulah katanya, konflik internal keluarga Yahya dengan istrinya meruncing. Istrinya, Lusiana tetap ngotot untuk tidak memeluk Islam. Karena dipengaruhi oleh pendeta dan saudara-saudaranya. ”Ia tetap bertahan pada agama yang dianut sebelumnya. Jadi, kita memutuskan untuk bercerai,” katanya.

Namun, sambung dia, tidak lama setelah itu, tepatnya 17 Ramadan 1427 Hijriah atau tanggal 10 Oktober sekitar pukul 23.00 Wita, ia bermimpi bertemu dengan seseorang yang berpakaian serba putih, duduk di atas kursi. Sementara, dia di lantai dengan posisi duduk bersila dan berhadap-hadapan dengan seseorang yang berpakaian serba putih itu. ”Saya dialog dengan bapak itu. Namanya, katanya Lailatulkadar,” kata Yahya.

Setelah dari itu, Yahya kemudian berada di satu tempat yang dia sendiri tidak pernah melihat tempat itu sebelumnya. Di tempat itulah, Yahya menengadah ke atas dan melihat ada pintu buka-tutup. Tidak lama berselang, dua perempuan masuk ke dalam. Perempuan yang pertama masuk, tanpa hambatan apa-apa. Namun perempuan yang kedua, tersengat api panas.

“Setelah sadar, seluruh badan saya, mulai dari ujung kaki sampai kepala berkeringat. Saya seperti orang yang kena malaria. Saya sudah minum obat, tapi tidak ada perubahan. Tetap saja begitu,” ujarnya.

Setelah diceritakan ke istrinya, kata dia, istrinya semakin tidak percaya dan ingin bercerai dengan Yahya. Namun, beberapa jam kemudian, istrinya menangis karena mimpi yang diceritakan suaminya kepadanya, sama dengan apa yang dimimpikan. Akhirnya istri saya yang mengajak segera masuk Islam,” katanya.

Akhirnya, kata Yahya, bersama istrinya memeluk Islam secara sah pada hari Rabu, 11 Oktober 2006 pukul 12.00 Wita melalui tuntunan Komarudin Sofa, Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli. Hari itulah, Yahya dan istrinya mengucapkan dua kalimat syahadat. ”Kekuatan saya, sekarang hanya shalat tahajud malam dan Dhuha pukul 08.00,” ujar mantan Rektor yang UKI Papua ini.

Sumber : http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=5&id=331677&kat_id=105&kat_id1=147&kat_id2=376

Oleh: opekraharjo | Mei 7, 2008

Hallo Physics!, Cara Mudah Belajar Fisika

Pelajaran ilmu pasti seperti fisika seringkali dianggap momok yang menakutkan bagi sebagian besar siswa sekolah. Tak heran jika nilai yang diperoleh seringkali jauh dari eskpektasi yang diharapkan. Padahal, hal ini mungkin tidak akan terjadi jika cara belajar siswa diubah. Siapa tahu dengan metode baru ini, fisika bisa mejadi salah satu mata pelajaran favorit yang diminati para siswa.

Alih-alih belajar menggunakan teks book, siswa bisa memanfaatkan komputer untuk memahami fisika. Caranya dengan menggunakan software edutainment Hallo Physics!. Peranti lunak ini memadukan antara pendidikan dan entertainment.

Peranti lunak yang dikembangkan oleh PT Equinox Sains Media itu ditujukan untuk menghadirkan metode belajar fisika secara interaktif, mudah, dan menyenangkan. Pembuatannya melibatkan Profesor Yohanes Surya-yang sukses menelurkan juara-juara Olimpiade, sebagai narasumber.

Menurut Roy Adimulyo, Direktur PT Equinox Sains Media, Hallo Physics! adalah software pendidikan yang khusus ditujukan bagi para pengguna komputer, terutama pelajar sekolah menengah yang ingin mengeksplorasi penggunaan multi media dalam proses pembelajaran ilmu sains secara efektif dan interaktif.

Software ini mampu menciptakan suasana belajar mengajar yang lebih komunikatif. Yaitu dengan menggunakan sistem interaktif yang didukung oleh tampilan grafis dan animasi yang menarik. Penggunaan visualisasi sebagai pengganti kata-kata membuat materi pengajaran menjadi lebih mudah dipahami siswa. Dengan adanya gambar dan suara, diharapkan siswa dapat memahami fisika dengan lebih mudah. Proses belajar pun menjadi lebh aktif dan efektif.

Seluruh materi yang dikaji langsung oleh para ahli sains membuat akurasi data menjadi bagian penting dari media alternatif ini. Penggunaan animasi grafis menjadi sangat efektif untuk mengambarkan proses atau mekanisme suatu fenomena sains kepada siswa. Ini merupakan salah satu hal yang cukup sulit disampaikan dalam proses mengajar secara konvensional di sekolah. Software yang akan tersedia mulai Maret 2007 ini dikemas bersama produk PC desktop terbaru Hewlett Packard (HP), yaitu HP Pavilion a5000 series.

Sumber : http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1180156629&8

Para siswa kini tidak perlu lagi takut dengan pelajaran matematika atau fisika. Sebab kedua bidang studi yang kerap jadi momok ini sudah bisa disajikan dengan menyenangkan. Dengan software yang dikemas dalam bentuk compact disc (CD), semua teori dan rumus-rumus matematika yang memusingkan kepala bisa dipaparkan dengan bantuan gambar, animasi, bahkan suara-suara menarik. �Banyak hal yang tidak bisa dijabarkan dengan alat peraga konvensional yang bisa disimulasikan sehingga siswa tertarik menyimak. Semua hal-hal sulit bisa dipaparkan dengan mudah dan simpel,� jelas Ir.Bambang Yuwono, direktur PT Kuantum Inti Dinamika, produsen CD ini, kepada SH di sela peluncuran CD tersebut di Jakarta, Rabu (30/7).

Sistem belajar dengan melibatkan komputer yang disebut dengan Computer Assisted Instruction (CAI) dan Computer Assisted Learning (CAL) ini memang sudah bukan hal baru lagi. Namun di Indonesia, masih sedikit software khusus yang disesuaikan dengan kurikulum. CD Pesona Matematika merupakan program penjabaran pelajaran matematika sesuai dengan kurikulum bagi Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) kelas 1. Di sini dengan jelas dipaparkan ihwal bilangan, aljabar, persamaan linier satu variabel segitiga, dimensi tiga dan himpunan. Semua tersaji dengan animasi menarik sehingga siswa bisa dengan mudah menangkap apa yang diterangkan guru.

CD yang isinya dirancang oleh pakar matematika Djoko Waliadi ini baru dicetak satu seri dan akan disusul dengan seri berikut untuk kurikulum selanjutnya. Tersedia pula Pesona Matematika untuk kelas 1 Sekolah Menengah Umum (SMU) yang berisi paparan ihwal pangkat rasional dan akar, persamaan kuadrat, trigonometri, logika matematika, dimensi tiga, persamaan linier dan sebagainya.

Sebelumnya, telah diluncurkan pula CD Pesona Fisika yang khusus memuat seluk-beluk pelajaran fisika untuk kelas 1 SLTP yang terdiri dari 10 CD. Di sini pelajaran tentang pengukuran zat, teori partikel, tata surya dan sebagainya tersaji dalam gambar-gambar dan animasi yang tidak kalah dengan software pendidikan buatan luar negeri. Menurut Bambang, CD Pesona Fisika sudah diluncurkan sejak 2001 dan telah didistribusikan ke 175 sekolah di seantero daerah Indonesia. CD Pesona Fisika ini diedit oleh ahli fisika Indonesia, Yohanes Surya.

Bantuan Proyektor

Walaupun berbentuk CD, bukan berarti setiap siswa bisa belajar sendiri. Mereka tetap membutuhkan guru sebagai pendamping. Tidak semua sekolah di Indonesia mampu menyediakan komputer bagi setiap anak. Karena itu CD ini hanya sebagai pelengkap pembelajaran semata. Guru tetap diperlukan untuk memaparkan apa saja yang kurang bisa langsung ditangkap siswa. �Jadi CD ini akan diputar di satu komputer dan diperbesar dengan proyektor di depan kelas, sehingga bisa dinikmati bersama-sama,� ujar Bambang. Berarti, dalam satu sekolah kebutuhannya bisa dipenuhi hanya dengan satu copy CD saja. Syaratnya, mereka harus memiliki komputer dengan prosesor Intel Pentium IV- 2 GHz dan satu unit Large Screen Proyector 1100 Lumens, SVGA. Namun bagi sekolah yang mampu bisa menyediakan seperangkat server Personal Computer (PC) dan Client dalam jaringan Local Area Network (LAN). Dan tentu saja mereka harus memiliki seri CD ini.

Bambang menuturkan, saat ini memang banyak sekali CD pendidikan yang beredar di masyarakat, namun belum ada yang materinya disesuaikan dengan kurukulum. Terlebih lagi CD tersebut tidak mempunyai jaminan pasti apakah content atau isi materinya bisa dipertanggungjawabkan. Sedangkan CD Pesona Fisika dan Matematika ini, diklaim Bambang, benar-benar ditangani oleh para ahlinya

Sumber : http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1170378311&10

 

 

Oleh: opekraharjo | Mei 5, 2008

Mendiknas marah besar saat sidak UN

Pelanggaran dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) ternyata tetap terjadi hingga hari ini. Seorang guru mata pelajaran bahasa Indonesia yang kebetulan menjadi panitia UN di SMP yayasan milik sebuah organisasi tertangkap basah oleh Mendiknas Bambang Sudibyo saat melakukan sidak (inspeksi mendadak), Senin (5/5).

“Ibu, guru apa?” tanya mendiknas yang tiba-tiba menyapa Sri Suharyati, guru bahasa Indonesia itu menjawab, dirinya guru bahasa Indonesia.

Spontan Mendiknas teriak, “Ini pelanggaran. Tolong catat ya wartawan, ini pelanggaran. Ibu sedang apa disini? Ibu tahu kalau sekarang ini sedang ujian bahasa Indonesia,” tegasnya.

Mendiknas Bambang Sudibyo sedikit marah, karena berdasarkan peraturan yang sudah berlaku beberapa tahun lalu, guru yang menjadi pengawas tidak dibenarkan mengawas pada mata pelajaran yang sedang diujikan. “Coba mana kepala Subdin (Sub Dinas red), tolong catat ini pelanggaran, laporkan kepada walikota dan gubernur ya, ini pelanggaran,” tandas mendiknas.

Sri pun berkilah kalau dirinya tidak mengawas, tapi keberadaannya di situ karena menjadi panitia dan itu dibenarkan oleh rekannya M. Arsim dan ketua Yayasan Pendidikan Maarif tersebut. “Saya tidak mengawas, tapi jadi panitia. Saya tidak tahu kalau hanya jadi pengawas boleh-boleh saja,” jelas Sri.

Mendiknas pun meminta guru dan ketua yayasan pendidikan Maarif untuk memulangkan Sri. Sebab, itu sudah pelanggaran dan telah mencemarkan nama sekolah, lembaga dan mencederai pelaksanaan ujian nasional.

Selain menegur M. Arsim yang menjadi ketua pelaksana UN di sekolah tersebut, Mendiknas juga menegur tim pengawas independen (TPI), seorang mahasiswa Universitas Tarumanegara. Ironisnya, mahasiswa PTS di Jakarta Barat tersebut pun tidak tahu peraturan tersebut.

“UN ini ujian kejujuran, latihan kejujuran. Jadi, kalau pun ibu tadi tidak mengawas, tapi sudah menunjukkan ketidakjujurannya. Sudah tahu ujian bahasa Indonesia, dia kan guru bahasa Indonesia, maka itu pelanggaran berat pada pelaksanaan UN. Jadi, pelanggaran ini perlu diproses, biarkan nanti kita serahkan kepada Badan Standar Nasional Pendidikan,” ujar Bambang.

Menurut dia, pemerintah tidak segan-segan akan mempidanakan oknum-oknum yang membocorkan soal UN maupun yang memberikan laporan palsu tentang adanya kebocoran soal UN. Karena itu, peserta UN diimbau untuk tidak terpengaruh dengan naskah ujian maupun lembar jawaban yang beredar sebelum atau menjelang pelaksanaan UN.

“Saya serius untuk menindaklanjuti laporan-laporan kebocoran soal UN. Siapa yang membocorkan soal UN, saya pidanakan karena itu merupakan perbuatan pidana. Kalau ada yang memberikan laporan bohong tentang adanya soal UN yang bocor,” tegasnya.

Secara serentak saat ini UN utama SMP/MTs/SMPLB diikuti sebanyak 3.567.472. Jumlah ini lebih besar dibandingkan UN SMA/MA/SMK yang diikuti sebanyak 2.260.148. Sedangkan UN SMP/MTs/SMPLB ini dimulai 5, 6, 7 dan 8 Mei 2008 dan UN susulan pada 12, 13, 14, dan 15 Mei 2008.

Di Provinsi DKI Jakarta, UN SMP diikuti 134.280 siswa yang tersebar di sekolah-sekolah yang telah ditunjuk. Penyelenggaraan UN SMP dan UASBN (ujian nasional sekolah berstandar nasional). Biaya UN SMP maupun UASBN cuma-cuma alias gratis. “Semua biaya ditanggung Pemda,” tandas Maman, Wakil Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) provinsi DKI Jakarta.

Ikut mendampingi Mendiknas, Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Suyanto, Direktur Pembinaan SMP Ditjen Mandikdasmen Hamis Muhammad dan Kasubdit Program Didi Suharyadi.

sumber: http://www.harianterbit.com/artikel/rubrik/artikel.php?aid=43720

 

“ Untuk menjadikan sekolah bertaraf internasional ( SBI ) ada yang mengatakan cukup berangkat dari Pemberdayaan Bahasa Inggris dan Teknologi “

 

Sejak beberapa tahun yang lalu, laboratorium computer SMP Negeri 3 Candi berisikan antara lain 20 set computer dengan spesifikasi cpu Pentium I – 200  MB. Dibandingkan teknologi yang beredar untuk masa sekarang ( processor core 2 duo ), itu artinya computer yang dimiliki lab. Computer SMP Negeri 3 Candi ( baca: computer yang dipakai belajar siswa ) secara teknologi tertinggal  5 level. Yaitu tertinggal dari Pentium II, Pentium III, Pentium IV, 2 core, dan core 2 duo.

 

Namun demikian keterbatasan-keterbatasan yang ada tersebut, bukanlah kendala yang berarti bagi siswa untuk belajar computer. Dengan sarana yang ada para siswa bisa belajar sesuai SI ( standart isi ) KTSP. Yaitu  kelas VII mempelajari Microsoft word

( program pengola kata ), kelas VIII mempelajari  Microsoft excel ( program pengola angka ), dan kelas IX mempelajari internet.

 

Khusus kelas IX yang materinya adalah internet, dan sampai akhir tahun pelajaran 2007/2008 lab. Computer SMP Negeri 3 Candi belum punya sarana untuk akses  internet, maka pembelajaran internet diberikan sesuai fasilitas yang ada. Misalnya untuk mengidentifikasi hardware ( perangkat keras ) untuk  akses internet dapat dilakukan dengan megamati modem yang dibawa oleh guru. Tapi untuk mengidentifikasi macam-macam browser , terpaksa ini dijadikan tugas untuk diamati / diidentifikasi di warnet pada luar jam pelajaran.

 

Dan untuk mengenalkan ( mempelajari ) internet khususnya kelas IX, maka dibuatkan website sebagai sarana atau media pemberian tugas yang diberi nama Tugas Online TI dan K. Website tersebut beralamatkan di : http://opekraharjo.tripod.com

Dengan website sederhana tersebut, siswa belajar download dan upload, karena siswa diminta untuk mengirim jawaban yang berupa file melalui email.

 

Itulah secuil gambaran tentang laboratorium computer SMP Negeri 3 Candi pada tahun-tahun kemarin. 

 

Pada akhir tahun pelajaran 2007/2008 ini  sebagian cpu Pentium I – 200 MB ( 65 % ) telah diupgrade ke Pentium III – 933 MB. Dan modem speedy telah terpasang meski belum unlimited. Diharapkan  pada awal tahun pelajaran 2008/2009 komputer di lab. sudah menggunakan jaringan ( LAN ) dan siswa dapat mengakses internet untuk menunjang  belajar mereka. Dan ini berarti telah mendongkrak ketertinggalan teknologi tadi dari tertinggal 5 level menjadi tertinggal 3 level. Yaitu tertinggal dari Pentium IV,

2 core, dan core 2 duo.

 

Perubahan-perubahan ini patut disyukuri dan didukung oleh segala pihak karena seperti

diawal tulisan ini : “ Untuk menjadikan sekolah bertaraf internasional ( SBI ) ada yang

mengatakan cukup berangkat dari Pemberdayaan Bahasa Inggris dan Teknologi “

Artinya kalau siswa sudah menguasai Bahasa Inggris dan Teknologi, maka insya Alloh prestasi akademik  yang lain akan mengikuti. Sebab sumber informasi ( bahan ajar ) tidak lepas dari dua hal tadi. Informasi ( bahan ajar ) banyak dikemas dalam  bahasa Inggris dan datangnya informasi ( bahan ajar ) banyak melalui teknologi informasi ( baca : internet )

 

Sehingga kalau mengharapkan siswa berprestasi dalam bidang akademik atau  bidang yang lain, maka Bahasa Inggris dan Teknologi harus mendapatkan perhatian yang ekstra dari berbagai pihak tanpa terkecuali. Bohong kalau ada pihak yang kepingin siswanya maju tapi tak mempedulikan dua hal tadi. Sebab tak mungkin mereka ( siswa ) dapat bersaing dengan siswa lain tanpa dibekali Bahasa Inggris dan Teknologi. Cepat atau lambat yang tidak menguasai bahasa Inggris dan teknologi akan tersisih, akan tereliminasi oleh seleksi alam.

 

 

( Lho… lalu kenapa judul tulisan ini  “Komputerisasi di SMP Negeri 3 Candi, Suatu Kemajuan Untuk Siswa?”

Kok masih menggunakan tanda Tanya ( ? ) ? Ikuti tulisan berikutnya… bersambung … . )

Kategori